Thursday, February 23, 2017

Syair Cinta Rabiah Al-Adawiyah

Thursday, February 23, 2017 0 Comments
Sulit menjelaskan apa hakikat cinta
Ia kerinduan dari gambaran perasaan
Hanya orang yang merasakan dan mengetahui
Bagaimana mungkin
Engkau dapat menggambarkan
Sesuatu yang engkau sendiri bagai hilang
Dari hadapan-Nya , walau sujud
Masih ada karena hatimu gembira yang
Membuat lidahmu kelu


Makna : dalamnya cinta Rabiah Al-Adawiyah kepada sang pencipta sudah tidak bisa lagi digambarkan dengan kata-kata. Begitu besar cintanya tersebut , sehingga hanya dia dan Sang Pencipta –lah yang tahu

















Asrama putri al quran al falah "Kumpul bersama para calon bidadari syurga" #hafidzah #santrihits #santri

A post shared by blogger | leni (@blogger_leni) on

Tuesday, February 21, 2017

Street Food

Tuesday, February 21, 2017 2 Comments
Street food

Hai sobat blogger ,,
Aku mau share tentang penjual makanan dijalan..
Okey…awalnya aku mulai dari kebiasaan ku yang sering ikut organisasi dan komunitas sana-sini membuat aku kenal dengan banyak tipe orang..
Aku tipe orang yang suka kebebasan hahahaha maklum golongan darah B
Pertama-tama aku mulai dari kata ‘’mahasiswa’’ predikat yang aku sandang saat ini,,predikat yang penuh dengan kebebasan intelektual’’
Kita sebagai seorang mahasiswa harus mempunyai ‘’keberpihakan’’ dalam arti mana yang akan kamu perjuangkan,,
Dalam contoh kecil masalah ‘’makanan’’ kita pemuda yang diharapkan mampu mewujudkan ‘’kedaulatan pangan’’ dalam arti mencintai produk negeri kita ‘’indonesia’’
Kita seorang mahasiswa harusnya mampu berfikir lebih dalam hal menentukan keberpihakan,,
Banyak kalangan mahasiswa yang enggan untuk makan di warung pinggir jalan,,mungkin alasannya kurang higienis atau mungkin karena gengsi ‘’
Ketika dalam hal kecil saja kita masih memperbesarkan gengsi kita mana bisa kita mampu mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera…
Seandainya kalua kita mencoba untuk datang/membeli kepada mereka yang berjualan di pinggir jalan paling tidak kita sudah membantu mereka dalam ‘’kemandirian ekonomi’’ dalam arti tidak meminta-minta,,,
Menurut pengamatan saya sendiri banyak orang yang lebih suka memberikan sumbangan kepada mereka yang meminta-minta,,justru itu membuat mereka menjadi manja,,tapi berbeda dengan kita membantu dalam hal membeli untuk mengapresiasi kinerja mereka,, setidaknya mereka sudah berjuang untuk menjadi masyarakat yang tidak konsumtif ,,tapi apa banyak diantara kita yang lebih mengedepankan masalah ‘’gengsi’’
Mahasiswa harusnya sudah mampu bertindak bijaksana dalam hal ini ,tidak hanya bijaksana dalam pemikiran.,, sudah saatnya kita untuk mulai bergerak untuk mewujudkan negeri yang berdaulat,,,

Maaf jika tulisan saya banyak salahnya,,ini Cuma ungkapan kegalauan saya selama menjadi mahasiswa….


image souce :  http://www.halloriau.com




Thursday, February 16, 2017

Lirik lagu kasidah cinta by Al ghazali dan eva celia

Thursday, February 16, 2017 4 Comments
Hello kalian pecinta music,,,
Aku mau share lirik lagu kasidah cinta yang dinyanyikan al-ghazali putranya musisi keren Ahmad Dhani, dari kecil aku suka banget lagu-lagu karya ahmad dhani keren banget dan gak ngebosenin ,
aku mau rekomendasikan lagu romantis kasidah cinta ini yang bikin hati meleleh  dan lagu ini makna nya sangat dalam cocok buat di dengerin mereka muda-mudi yang di mabuk cinta , seperti saya :)
Lagu ini dinyanyikan oleh al ghazali dan eva celia
Lirik Lagu Kasidah Cinta
ku jatuh cinta kepadamu
saat pertama bertemu
salahkah aku terlalu mencintai
dirimu yang tak mungkin mencintai aku
oh Tuhan tolong
aku langsung jatuh cinta kepadamu
cinta pada pandangan pertama
cinta yang bisa membuat hidupku
menjadi lebih berarti
oh mungkin hanya keajaiban Tuhan
yang bisa jadikan hambaNya yang manis
menjadi milikku
aku langsung jatuh cinta kepadamu
cinta pada pandangan pertama
cinta yang bisa membuat hidupku
menjadi lebih berarti
aku bukanlah wanita
yang mudah jatuh hatinya




romantis :)


Wednesday, February 15, 2017

Karya Rabiah Al-Adawiyah III

Wednesday, February 15, 2017 0 Comments
alangkah buruknya,
orang yang menyembah Allah
lantaran mengharap syurga
dan ingin terselamatkan dari api neraka
seandainya surga dan neraka tidak ada
apakah engkau tidak akan menyembah-Nya?
aku menyembah Allah
lantaran mengharap RidhoNya
Nikmat dan anugerah yang di berikan-Nya
sudah cukup menggerakkan hatiku
untuk menyembah Mu

makna : bagi seorang Rabiah , seseorang yang menyembah karena mengharapkan imbalan ( surga ) atau karena takut neraka adalah orang hamba yang buruk. Karena baginya nikmat yang Tuhan berikan telah jauh lebih dari cukup untuk membuatnya menyembah-Nya dan selalu mengagung-agungkan nama-Nya

mampukah kita seperti Rabiah Al-Adawiya,,,paling tidak bersyukurlah atas nikmat Allah yang diberikan..
sudah bersyukurkah kamu hari ini :)






Sunday, February 12, 2017

Karya Rabiah Al-Adawiyah II

Sunday, February 12, 2017 8 Comments
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena aku takut neraka
Bukan pula mengharap syurga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku kepada-Nya
Ya Allah, jika aku menyembah-Mu
Karena takut neraka ,biarkanlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu
Karena mengharap syurga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembah-Mu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu
Yang abadi kepadaku..

Makna : cinta sejati adalah yang tulus tanpa pamrih- cinta tanpa pengharapan apa pun. Begitupun halnya dengan cinta Rabiah kepada Sang Khalik- dia mencintainya tanpa mengharapkan balasan ( surge) ataupun ia sekedar takut akan siksa-Nya ( neraka ) . Ia beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah , semata-mata karena kecintaanya yang begitu besar kepada-Nya


Friday, February 10, 2017

Kisah Santri Nakal

Friday, February 10, 2017 0 Comments
Kisah Santri Nakal yang Jadi Kyai Dengan Ribuan Santri dengan berkah do'a & munajat gurunya.
.
.
Suatu saat K.H. Ahmad Umar Abdul Manan Al Hafidz (1916–1980), pengasuh Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan Solo, memanggil lurah pondok.
“Aku minta dicatatkan nama-nama santri yang nakal ya! Dirangking ya. Paling atas ditulis nama santri ternakal, nakal sekali, nakal dan terakhir agak nakal.”
Lurah pondoknya girang bukan main. Karena sudah beragam cara diupayakan untuk mengingatkan santri-santri nakal itu. Tapi hasilnya nihil. Sepertinya mereka sudah beku hatinya.
Dengan penuh semangat, dijalankanlah perintah Kyai Umar tersebut. Nama-nama santri itu ditulis besar-besar dengan spidol. Ternakal fulan bin fulan asal dari daerah A. Nakal sekali fulan bin fulan dari daerah B sampai santri yang agak nakal. Setelah catatan selesai dibuat, kemudian diserahkan kepada Kiai.
Lurah pondok itu menanti seminggu, dua minggu, kok tidak ada tindakan apa-apa. Pikirnya dalam hati, “Kok santri-santri yang nakal masih tetap nakal ya. Kok tidak diusir atau dipanggil Kyai.”
Akhirnya lurah pondok itu memberanikan diri matur kepada Kiai Umar.
“Maaf Kyai, santri-santri kok belum ada yang dihukum, ditakzir atau diusir?”
“Lho, santri yang mana?”
“Santri yang nakal-nakal. Kemarin panjenengan minta daftarnya.”
“Siapa yang mau mengusir? Karena mereka nakal itu dipondokkan, biar tidak nakal. Kalau di sini nakal terus diusir, ya tetap nakal terus. Dimasukkan ke pesantren itu biar tidak nakal.”
“Kok anda memerintahkan mencatat santri-santri yang nakal itu?”
“Begini, kamu kan tahu tiap malam aku setelah sholat tahajud kan mendoakan santri-santri. Catatan itu saya bawa, kalau saya berdoa mereka itu saya khususkan. Tanya dululah kalau belum paham.”
* * *
Cerita ini pernah saya (KH. Musthofa Bisri) sampaikan di sebuah daerah di Jawa Tengah. Ada Kyai muda mengundang saya untuk mengisi ceramah di acara khataman Quran di pesantrennya. Ada puluhan ribu orang yang hadir. Dalam kesempatan itu saya ceritakan kisah di atas. Saya suka menceritakan kisah ini, karena apa yang dilakukan Kyai Umar sesuai dengan yang dipesankan ayah saya, bahwa mengajar harus lahir batin.
Saat saya sampaikan cerita ini, para hadirin tertawa semua. Hanya satu orang yang tidak tertawa. Kyai muda itu terlihat menunduk diam. Pikir saya, “Apa Kiai ini tidak paham yang saya sampaikan atau bagaimana? Kok tidak ada ekspresi apa-apa saat dengar cerita saya.”
Pada saat turun dari podium, saya dirangkul oleh kyai muda itu. Dia membisikkan sesuatu, “Masya Allah, alhamdulillah Gus, jenengan tidak menyebut nama. Sayalah daftar ternakalnya Kyai Umar.” Kaget, heran dan kagum saya, dengan statusnya dulu sebagai santri ternakal, dia sekarang jadi kyai dengan ribuan santri.
Kisah di atas disampaikan oleh KH. Musthofa Bisri dalam haul KH. Umar Abdul Manan di Pondok Pesantren Al Muayyad Solo. [dutaislam.com/ ab]
---------------------------------------------------------
Luar biasa. Kiai-kiai zaman dulu mendidik tidak hanya mengajar secara lisan saja. Tetapi juga dibarengi dengan laku tirakat dan doa. Bahkan, saat santrinya sudah pulang ke rumah pun masih diperhatikan dan didoakan. Dikunjungi, dipantau dan ditanyakan perkembangannya. Itulah rahasia keberkahan ilmu para alumnus pesantren. Doa guru.





Karya Rabiah Al-Adawiyah I

Friday, February 10, 2017 0 Comments
Tuhanku,tenggelamkan aku dalam Cinta-MU
Hingga taka da sesuatupun yang menggangguku dalam jumpa-Mu
Tuhanku ,bintang-bintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku,demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persebahan malamku Kau terima
Hingga aku berhak merenggguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak,hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalu aku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-MU
Andai Kau usir aku dari Pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu

Makna : kecintaan Rabiah kepada Sang Khalik amatlah tinggi.Kecintaan itu ia buktikan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan melaksanakan sholat malam. Setiap malam datang,tak kan pernah ia luput untuk bersujud menghadap kehadirat-Nya. Begitu khusyuk ia menghadap. Begitu Tulus ia dalam memujii dan berserah diri. Hingga jika pagi tiba, ia kan merasa sangat sedih dan resah . sedih karena ia harus berpisah untuk sementara dengan sang Pencipta yang ia kasihi. Ia resah akan apa yang ia lakukan pada malam harinya. Apakah semua salat dan ibadah malam yang ia lakukan telah berkenan di sisi Sang Pencipta atau belum?

Semoga kita bisa meneladani kisah cinta Rabiah al adawiyah

Jujur saja saya sangat kagum dengan Beliau J








Doa Ibu

Friday, February 10, 2017 0 Comments
TEMAN NABI MUSA DI SURGA
Hay sobat blogger aku mau share motivasi yang aku dapatkan dari ustadz ku
Namanya ustadz mashudi
Nabi Musa suatu ketika menanyakan kepada Allah, "Ya Rabb, siapa nanti yang menemaniku di surga?" Allah berkata, "Yang menjadi temanmu di surga adalah orang yang pertama kali lewat."
Penasaran dengan orang yang dimaksud, beliau menunggu di depan rumah orang yang pertama kali lewat. Nabi Harun kah? Para sahabat beliau kah?
Tak lama kemudian, lewatlah seorang laki-laki yang Nabi Musa tidak mengenalnya. Laki-laki itu berjalan sambil membawa kayu bakar di atas punggungnya.
"Ya Rabb, apakah dia temanku nanti di surga?" tanya Nabi Musa heran.
"Ya, dialah temanmu di surga." Allah menjawab. Mengetahui orang yang lewat adalah orang yang tidak dikenalnya, rasa penasaran Nabi Musa tambah menghebat. Nabi Musa berkata dalam hati, "Saya harus cari tahu, kenapa dia menjadi temanku di surga."
Nabi Musa mengikuti lelaki itu dari belakang. Lelaki itu meletakkan kayu bakar terus memasak makanan. Ternyata dia menyiapkan makanan untuk ibunya. Setelah makanan matang, ibunya disuapi.
Setelah selesai disuapi makanan, ibu itu mengangkat kedua tangannya sambil berdoa,  
اللهم اجعل ولدي هذا رفيق موسى في الجنة
"Ya Allah, jadikan anakku mi teman Nabi Musa disurga." Berkat doa ibu itu, Allah mentakdirkan anaknya menjadi orang yang mendampingi Nabi Musa di surga.
Kita selama ini tidak menyadari. Orang yang sangat dekat dengan kita ternyata memiliki keistimewaan luar biasa.
Ya, doa ibu sangat mustajab seperti doa Nabi kepada umatnya.
(Diceritakan oleh Habib Jamal bin Thoha Baaqil di Bangkalan Madura).